Bersama TUHAN Hadapi Kesulitan --- Keluaran 17 : 1 - 4

Author : Pdt. Evert Loupatty | Fri, 2 November 2012 - 10:34 | View : 939

Bangsa Israel meneruskan perjalanannya menuju Tanah Perjanjian, Tanah Kanaan. Perjalanan yang panjang dan melelahkan. Perjalanan yang berliku-liku dan penuh tantangan. Dari padang gurun Sin sampai ke Rafidim. Disana mereka menghadapi kesulitan hebat pula. Mereka tidak mempunyai cukup air untuk diminum, mereka terancam mati kehausan. Apa yang mereka buat ketika menghadapi saat-saat yang berat ini? Antara hidup dan mati?

Mereka mulai bertengkar dan saling menyalahkan bahkan mereka menyalahkan Musa.  Sebagai pemimpin, Musa membela diri karena tidak ingin dipersalahkan. Mereka tidak datang kepada TUHAN. Mereka tidak memperlihatkan diri sebagai orang yang beriman, yang percaya pada penyertaan dan pemeliharaan TUHAN. Sia-sia saja yang TUHAN telah lakukan berulang-ulang dihadapan mereka sepanjang perjalanan. Mereka belum juga memahami dan percaya, itulah akar permasalahnnya.

Bagaimana dengan kita jika dalam perjalanan hidup, kitapun menghadapi berbagai tantangan, cobaan hidup dan kesulitan? Akankah kita juga tidak mengandalkan TUHAN, bersungut-sungut, saling menyalahkan, mencari kambing hitam, keras kepala serta berbantah-bantahan satu dengan lainnya?

Firman TUHAN mengajarkan bahwa kita harus pertama-tama datang menghadap hadirat TUHAN. Kita berseru dan berdoa memohon petunjuk-NYA. Kedua, kita belajar mendengarkan dan taat pada perintah-NYA. Ketiga, kita belajar dari pengalaman iman di masa yang silam, yang menimbulkan percaya dalam menghadapi tantangan masa depan. Keempat, kita percaya pada kesetiaan TUHAN yang menyertai dan memelihara kehidupan umat-NYA. Dia Allah yang membebaskan dan menyelamatkan, akan tetapi juga Allah yang menuntun dan memimpin umat-NYA sampai kesudahannya.

Ingat kata-kata TUHAN YESUS :  " .... Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. " (Matius 28 : 20).

_COMMENTS


Arsip : • 2017201520132012