Kemurahan Dan Kekerasan-NYA ------ Roma 2 : 2 - 11

Author : Pdt. Evert Loupatty | Tue, 6 November 2012 - 16:13 | View : 802

Penulis surat Roma mengajak pembacanya untuk melihat bukan saja kemurahan TUHAN, tetapi juga kekerasan-NYA (Roma 11 : 19 - 22). Dari bacaan kita, kita menemukan banyak pelajaran rohani mengenai hal ini.

Selama ini banyak orang Kristen yang mengaku sudah disayang TUHAN, lalu merasa aman-aman saja. Mereka tidak menyadari bahwa TUHAN adalah TUHAN yang tegas. Karena ketidaktaatan, TUHAN akan menghukum orang percaya.

Dalam Roma 2 : 4 - 5, bila berbicara mengenai kemurahan ALLAH, hendaknya pikiran kita tidak tertuju kepada berkat-berkat TUHAN yang sangat berlimpah tercurah, dan doa-doa yang pasti terkabulkan. Yang dimaksud dengan kemurahan ALLAH disini adalah pertobatan kita secara terus menerus dari hari ke hari (Yun. chrestotetos = toleransi dan kesabaran). Bila menolak bertobat berarti menimbun murka ALLAH.

Selanjutnya dalam Roma 2 : 6 - 8, perhatikan kata geram dan murka. Hal ini menunjukkan hakekat TUHAN, bahwa IA bisa murka dan geram. Karenanya kita tidak boleh hanya mengerti "senyum TUHAN", tetapi juga belajar kenyataan bahwa ALLAH memiliki geram dan murka pula. Banyak hamba TUHAN hanya melihat sisi kasih, kesabaran, dan kemurahan ALLAH, tetapi kurang membicarakan ketegasan ALLAH. Ini tidak fair, karena kebenaran yang dipaparkan tidak lengkap. Hal ini dapat membahayakan umat TUHAN. Nabi-nabi paslu zaman Perjanjian Lama juga sering bersikap demikian seperti menyampaikan nubuatan palsu, hal-hal yang menyenangkan telinga saja, tidak menyuarakan penghukuman ALLAH atas umat-NYA jika mereka tidak taat. 

Di akhir zaman ini, kita temukan kenyataan banyak orang mengumpulkan guru-guru yang menyenangkan telinga saja, tetapi tidak mengajarkan kebenaran.

" Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. " (2 Timotius 4 : 3)

_COMMENTS


Arsip : • 2017201520132012