MELAYANI TUHAN ------ YOHANES 12 : 26

Author : Pdt. Evert Loupatty | Thu, 14 March 2013 - 10:19 | View : 2317
wanita-yang-mengurapi-yesus.jpg

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. (Yohanes 12 : 26).

Mengapa selalu ada orang yang mau melayani dan berkorban untuk Kristus, sekalipun pelayanan itu tidak mudah? Bagaimana bisa bertahan dalam pelayanan; Bagaimana bisa setia dalam panggilan?

Antara bagian akhir dari Yohanes 11 hingga awal Yohanes 13 yang mengapit pasal 12 --> terdapat kata paskah / hari raya paskah 4x, kata pesta 2x dan sekali tentang hari raya. Ini bukan keterangan waktu karena bagi orang Yahudi, suatu perayaan memiliki suatu nilai yang penting. Dan kematian Kristus di kayu salib sebagai korban Paskah (Yohanes 19 : 36) memiliki makna yang sangat penting bagi orang percaya, bahkan minyak seharga 300 dinar tidak ada artinya (Yohanes 12 : 3).

Perbuatan Kristus layak dipuji dan ditinggikan, seperti yang dilakukan orang-orang di Yerusalem (Yohanes 12 : 12-13). Dengan melihat karya salib maka IA layak menantang semua orang untuk iktu merasakan karya pengorbanan-Nya untuk melayani dan mengikuti-Nya (Yohanes 12 : 26).

Siapapun melayani Aku, ia harus mengikut Aku. frasa pertama dari kalimat ini adalah undangan, sedangkan frasa kedua adalah konsekuensi dari jawaban atas undangan itu. kalimat ini adalah tanggapan Yesus Kristus kepada Filipus dan Andreas (Yohanes 12 : 20-22). Kata-kata ini ditujukan juga kepada pendengar yang lebih luas mungkin termasuk orang Yunani. Dimata orang Yunani pelayanan bukanlah hal yang bergengsi, memerintah dan bukan melayani adalah hak yang sebenarnya bagi manusia. Mereka memiliki ungkapan "Bagaimana seseorang dapat bahagia jika ia harus melayani orang lain?" Jadi kalimat dari Tuhan Yesus itu sangat tajam dan bertentangan dengan konsep yang mereka anut. Kata Aku dalam kalimat ini adalah untuk melayani Dia dan bukan yang lain atau melayani diri sendiri. Jadi perintah ini adalah untuk mengikut Dia dan bukan yang lain atau mengikuti kehendak sendiri, karena mengikut dalam bahasa Yunani berarti pergi ke suatu tempat bersama seseorang; berjalan dibelakang seseorang.

Setiap orang yang melayani Tuhan, ia harus terus menerus mengikut Tuhan, ia harus terus menerus mengikut pimpinan Tuhan, ia harus terus menerus berjalan di belakang Tuhan. Ini tidak sama seperti sekolah yang setelah lulus meninggalkan gurunya, sekolahnya dan menjalani hidup sendiri.

Mengikut Tuhan adalah selama seseorang itu mengmbil komitmen untuk melayani, ia harus terus menerus mengikuti. Hal ini berarti selalu menyesuaikan diri dengan pimpinan dan kehendak Tuhan, serta terus menerus mencari pimpinan Tuhan.

Dimana Aku berada, disitu pelayan-Ku akan berada. dua frasa ini tidak dapat dibalik, Yohanes menuliskan dalam tenses yang berbeda, frasa pertama dalam bentuk present sedangkan frasa kedua dalam bentuk future. Kembali lagi dalam hal ini kita melihat bahwa pimpinan ditangan Tuhan. Panggilan untuk mengikut merupakan panggilan untuk berjalan bersama dengan Tuhan. Dalam bagian ini Leon Morris memberikan komentar: "Hal ini harus dimengerti dalam terang ayat sebelumnya berada dimana Tuhan ada adalah meliputi adanya pernderitaan, itu berarti kehilangan hidup bagi kepentingan tuannya" --> Paskah.

Melayani membawa konsekuensi berada dimana Tuhan berada. Jika Yesus harus melalui jalan salib, dapatkah seseorang yang mengikuti-Nya berada di jalan raya saja? Tentu tidak.

Akhirnya, jika melayani dan mengikut itu tidak mudah, bagimanakah mereka dapat bertahan?

  1. Karena ada Tuhan dalam perjalanan.
  2. Karena ada sesuatu yang besar sedang menanti mereka yang mengambil komitmen untuk melayani yaitu "Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa" , dua frasa ini juga tidak dapat dibalik, karena tidak ada penghormatan dari Bapa tanpa pelayanan kepada Anak.

Dalam pengiringan kita, kadang kita menjadi lemah, tetapi mari kita bertahan karena ada Tuhan bersama kita, dan  marilah mata kita memandang ke depan. Janganlah kita menjadi mundur seperti para pemimpin Yahudi (Yohanes 12 : 43). Namun lihatlah teladn Abraham, ia mengarahkan pandangannya ke depan dengan menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar yang direncanakan dan dibangun oelh Allah. Lihatlah Musa, ia menganggap penghinaan karena Allah / Kristus sebagaikekayaan yang lebih besar daripada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahklan kepada upah. "Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa."

Selamat melayani dan tetap setia.

_COMMENTS


Arsip : • 2017201520132012