Arti Hidup

Author : Karly Ang | Mon, 15 June 2015 - 15:50 | View : 407
Tags : Kehidupan
images-1.jpg

Terkait


Pertanyaan yang paling hakiki dalam hidup ini adalah:

- Untuk apakah hidup ini?
- Apakah tujuan hidup ini?
- Bagaimana kita harus hidup?
- Untuk siapakah hidup kita ini diselenggarakan?

Pada umumnya orang hidup untuk dirinya sendiri. Hal ini terlihat jelas dari cara seseorang hidup. Semua masalah yang timbul di dunia ini karena filosofi yang salah ini. Manusia banyak yang berpikir bahwa hidup ini untuk memuaskan hidupnya sendiri, mengejar sukses yang tidak pernah ada batasnya.

Inilah yang dilakukan hampir seluruh manusia di bumi ini, yaitu ingin memuaskan segala keinginannya sendiri. Hal ini diturunkan dari generasi ke generasi tanpa dapat dicegah.

Siang dan malam orang mencari apa saja yang dikejarnya, sampai akhirnya tua, dan ..... mati.

Sesungguhnya ketika ciptaan ingin mempunyai tahta sendiri, maka ia sudah berkhianat terhadap penciptanya. Logika sederhana adalah setiap ciptaan adalah milik penciptanya, sehingga harus mengabdi kepadanya, bukan pada yang lain, ataupun untuk dirinya sendiri.

Inilah kesalahan terbesar Lusifer. Ia seharusnya mengabdi selamanya kepada Tuhan, tetapi ia malah ingin punya takhta sendiri, ia ingin menyamai yang maha tinggi, maka ia dikutuk menjadi Setan/Iblis.

Ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

Tetapi jaman memang sudah berubah, dan Iblispun sangat licik. Manusia makin tenggelam dalam semangat jaman, yang selalu berpusat pada diri sendiri. Segala sesuatu dilakukan dengan filosofi "selalu untukku". Inilah hidup yang seperti Lusifer, ingin mengatur dirinya sendiri, hidup suka-suka, tidak sesuai kehendak Tuhan, alias meleset.

Filosofi yang berpusat pada diri sendiri atau "selalu untukku" ini dampaknya sangat merusak karakter manusia. Setiap sisi kehidupan dinilai berdasarkan keuntungan yang diperoleh untuk diri sendiri.

Orang mau menikah untuk mencari kebahagiaan katanya, padahal yang benar adalah untuk memberi kebahagiaan.

Orang makan minum padahal diperlukan untuk hidup, tetapi orang sekarang hidup untuk makan, tujuannya untuk memuaskan dirinya sendiri.

Para koruptor jelas sedang memuaskan dirinya sendiri, bahkan dengan mengorbankan rakyat atau orang lain.

Orang selingkuh karena ingin memuaskan hawa nafsunya sendiri, meskipun itu menyakiti hati pasangannya, terutama Tuhan.

Ada orang yang membunuh sesamanya hanya karena uang Rp 10,000 saja. Ini tentu karena ingin dirinya dihargai, tidak mau dihina. Lagi-lagi pusatnya adalah diri sendiri.

Seluruh kerusakan moral manusia berasal dari filosofi ini.

Manusia menjadikan dirinya sendiri berhala, yang disembahnya sendiri. Sungguh bodoh.

Cara hidup yang maunya menang atau untung untuk diri sendiri memang dianggap wajar oleh dunia ini. Inilah kesalahan terbesar manusia, sehingga tidak akan pernah mencapai kesucian Allah. Orang-orang semacam ini tidak akan dapat melayani Tuhan, sebab mereka hanya melayani dirinya sendiri.

Untuk mengubah cara hidup semacam ini sangat sulit, bahkan hampir mustahil. Proses ini ibarat ulat yang harus berubah menjadi kupu-kupu (proses metamorfosis). Manusia hanya bisa berubah kalau keakuannya dihancurkan lebih dahulu, mengosongkan diri agar bisa diisi dengan kebenaran.

Hanya kebenaran Firman Tuhan yang murni yang dapat mengubah manusia dunia yang hidup untuk dirinya sendiri menjadi manusia Allah yang hidup untuk Tuhan.

Roma 1:16
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, ...

_COMMENTS


Arsip : • 2017201520132012