Daily Devotional

PERAN WANITA SEBAGAI IBU DALAM KELUARGA ------ 2 Raja-raja 4:8-37; Markus 7:24-30

Author : Pdt Yoga Wiyono MACE | Wednesday, 16 Januari 2013 | View : 860

Pendahuluan

Kedudukan seorang ibu dalam keluarga sangatlah strategis, khususnya dalam membangun kehidupan anggota keluarga. Hampir sebagian besar waktu yang dimiliki oleh seorang ibu selalu didedikasikan untuk melayani anggota keluarganya, (meskipun ia adalah seorang pekerja di luar rumah). 

Uraian

II Raja-raja 4:8-37

Kisah perempuan Sunem yang kaya ini mengandung 3 bagian:

1.      Ayat 8-17, Allah memberkati perempuan yang setia itu dengan memberikannya seorang putera.

      Perempuan Sunem itu tidak mempunyai anak dan suaminya sudah tua. Kesetiaannya kepada Allah ditunjukkan ketika ia mempersiapkan tempat yang terbaik bagi Elisa, abdi Allah, yaitu sebuah kamar dengan semua fasilitas yang terbaik. Ketulusan hatinya inilah yang membuat Allah melalui Elisa memberkatinya dengan memberikan seorang anak baginya.

2.     Ayat 18 – 21 Allah menyebabkan dia mengalami ujian berat dengan membiarkan anaknya mati. Ketika ia hendak pergi kepada Elisa suaminya berkata: “Mengapa pada hari ini engkau hendak pergi kepadanya ? Padahal sekarang bukan bulan baru dan bukan hari Sabat? (ayat 23).  Jelas terlihat bahwa perempuan Sunem itu mempunyai kebiasaan mencari pengajaran dari pada nabi pada bulan baru dan hari Sabat. Seorang ibu yang selalu membekali hidupnya dengan kebenaran Firman Tuhan akan tahu apa yang harus ia lakukan ketika menghadapi masalah.

3.     Ayat 22-37, Allah memulihkan nyawa anaknya ketika dia berpegang teguh kepada janji Allah.

Ketika Perempuan Sunem itu menghadapi masalah, ia hanya ingin bertemu dengan Elisa, abdi Allah, dan menyampaikan apa yang menjadi pergumulan hidupnya. Ia tahu bahwa hanya Allah melalui hambanya Elisa yang mampu menjawab pergumulan hidupnya. Ia merendahkan diri dihadapan Elisa demi kesembuhan anaknya. Dan akhirnya ia mendapatkan apa yang diinginkannya yaitu kebangkitan anaknya. Perempuan Sunem yang tadinya sudah mengenal kasih Allah lebih lagi mengenal Allah melalui pergumulan hidupnya.

Dari seorang perempuan Sunem kita belajar tentang iman seorang ibu yang lahir dari sebuah pendengaran akan Firman Allah dan terbukti kekuatannya ketika menghadapi masalah dalam keluarganya.

Markus 7:24-30

Kisah seorang perempuan Siro Fenisia yang memohon agar Yesus menyembuhkan anak perempuannya yang sedang kerasukan setan. Bangsa Siro Fenisia adalah orang asing bagi kerajaan Israel dan orang luar bagi umat perjanjian. Yesus memberi jawaban yang begitu tajam kepada wanita Siro-Fenisia tersebut, yaitu : “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”  Dari jawaban Yesus  terlihat bahwa Dia ingin lebih mendahulukan penyembuhan dan keselamatan kepada umat Israel sebagai umat pilihan Allah.  Namun perempuan Siro Fenisia itu menanggapi perkataan Yesus de-ngan kebijaksanaan, ketekunan dan iman. Ayat 28: Tetapi perempuan itu menjawab: ”Benar Tuhan. Tetapi anjing yang dibawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”  Ia hendak mengemukakan bahwa maksud Allah ialah agar bangsa lain secara tidak langsung memperoleh berkat ketika Allah memberkati Israel. Dari jawaban perempuan itu kita dapat melihat kebesaran hatinya yang lahir dari iman kepada Kristus. Ia memperlihatkan sikap iman dalam tindakan nyata yaitu perendahan diri. Kegagalan kita untuk mempraktekkan iman dalam tindakan nyata adalah karena kita tidak bersedia merendahkan diri di hadapan Allah. Kristus membalas iman wanita itu dengan menyembuhkan anaknya.

Penutup

Seorang ibu yang memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan akan tahu apa yang harus ia lakukan untuk menyelamatkan keluarganya dari berbagai pergumulan hidup.

Perempuan Sunem yang sudah percaya.  Tetapi ketika mendengar pernyataan Elisa: kamu akan meggendong anak.  Perempuan yang diproses Tuhan.  Allah menggunakan metode pendekatan ibu.  Anak yang sakit panas yang tinggi, bagaimana seorang ibu yang bukan hanya kelabakan.  Ibu berupaya mencari obat bagi anaknya.  Perempuan yang tetap bangun pagi dan bekerja keras demi anak-anaknya.  Hubungan anak dengan ibu, lebih dekat dan suatu cara Allah.  Perempuan Sunem dalam situasi apapun tetap berlari kepada Allah.  

Comments

Arsip :20132012
Translator
Sekretariat

Wisma An An II
Jl. Pondok Bambu Asri Raya No.4
Jakarta 13430,
T.021- 8661 3501
F.021- 8661 3469
E.popi.indonesia@yahoo.co.id
www.popi-indonesia.org

Bank Central Asia (BCA)
Kantor Cabang Pembantu
Mall Grand Indonesia
A/C. 5415-31-3737
a/n. POPI
Swift Code: CENAIDJA

 

  •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2011-2014 POPI Indonesia. All rights reserved.
Facebook RSS