Hidup Dalam Kendali Allah

Author : Pdt Dr Erastus Sabdono | Sun, 5 November 2017 - 16:44 | View : 18
Tags : Karly
Saudaraku, Kegagalan seseorang sebagai murid Yesus adalah ketika ia gagal hidup dalam penguasaan Tuhan dan kontrol Tuhan yang adalah pemilik hidup ini. Sebaliknya, keberhasilan hidup adalah ketika seseorang hidup dalam penguasaan dan kontrol Tuhan sepenuh. Inilah ciri utama dari seorang manusia yang hidup sebagai milik Tuhan. Untuk ini, kita harus selalu ingat bahwa Tuhan Yesus telah membeli kita dengan harga yang lunas dibayar. Orang yang tidak menerima bahwa dirinya dimiliki oleh Tuhan, pasti tidak akan rela dikendalikan oleh Tuhan. Jika hal ini terjadi, berarti kuasa kegelapan yang mengendalikannya. Kalau Tuhan memiliki hidup kita, maka Tuhan yang berhak dan berkuasa mengontrol diri kita sepenuhnya. Jadi, pada prinsipnya kegagalan seseorang terletak pada ketidaksediaan hidup dikendalikan oleh Tuhan melalui Roh-Nya. Roh Kudus ditaruh dalam diri orang percaya sebagai metarai untuk melatihnya guna hidup dalam pengendalian Tuhan, sampai tingkat tunduk sepenuhnya. Hidup dalam pengendalian Tuhan berarti menyerahkan kebebasan kita kepada-Nya. Menyerahkan kebebasan kita kepada Tuhan berarti kita tidak berhak memiliki keinginan dan kesenangan yang tidak sesuai dengan keinginan dan kesenangan Tuhan. Pengendalian ini tidak bermaksud bahwa Tuhan mengambil alih kebebasan yang Tuhan berikan kepada masing-masing manusia. Harus diingat, bahwa Tuhan tidak pernah mengambil alih kebebasan manusia. Tuhan memberikan kedaulatan kepada manusia, tetapi manusia harus bersedia tunduk kepada kedaulatan Tuhan dengan rela. Saudaraku, Kita harus hidup dalam pengendalian Tuhan. Pengendalian di sini artinya adalah kesediaan kita untuk mencari kehendak-Nya dan selalu menurutinya dengan rela dan sukacita sebagai kebutuhan, bukan sebagai perintah atau kewajiban. Dalam hal ini kita menggunakan kebebasan kita untuk dengan sengaja menyerahkan keinginan kita kepada kehendak-Nya. Untuk ini kita harus berlatih untuk mengerti kehendak Tuhan dan membiasakan diri melakukannya, sampai kodrat kita berubah. Pada akhirnya, kita yang telah dilatih oleh Tuhan melalui Roh-Nya untuk selalu hidup sesuai dengan kehendak-Nya, dapat mengendalikan diri sepenuhnya selalu bertindak sesuai dengan kehendak-Nya; segala sesuatu yang kita pikirkan, ucapkan dan lakukan selalu sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan. Dalam hal tersebut sesungguhnya bukan Tuhan sendiri secara langsung mengontrol dan mengendalikan diri kita. Tetapi diri kita sendiri yang sudah memiliki kemampuan berjalan sesuai dengan kehendak-Nya, yaitu pada waktu kodrat kita sudah semakin diubah, dari kodrat manusia ke kodrat Ilahi. Kodrat Ilahi adalah keadaan diri di mana seseorang tidak berbuat kesalahan apa pun di hadapan Tuhan, bukan karena tidak mau berbuat dosa, tetapi sudah tidak dapat berbuat dosa lagi. Kalau kita mengenakan kodrat Ilahi berarti kita hidup dalam pengendalian Tuhan. Kita sendiri sebagai wakil Tuhan mengendalikan hidup ini sesuai dengan kehendak-Nya. Saudaraku, Untuk mencapai tingkat rohani seperti ini tidak mudah. Benar-benar sukar, kadang-kadang nyaris rasanya kita tidak mampu mencapainya, terutama tatkala kita gagal berkali-kali untuk hidup dalam pengendalian-Nya. Tetapi hendaknya kita tidak menyerah. Kita masih memiliki kesempatan untuk hidup dalam pengendalian-Nya secara penuh. Ciri seseorang yang bersedia hidup dalam pengendalian Tuhan adalah giat mencari kehendak-Nya. Inilah sebenarnya yang dimaksud mencari Kerajaan Surga, yaitu menghadirkan pemerintahan Allah atas hidupnya. Bukan pemerintahannya sendiri. Tentu orang-orang seperti ini akan selalu merasa haus akan Allah untuk menikmati Tuhan sebagai Pribadi yang hidup dan nyata. Bukan menikmati berkat-berkat-Nya semata. Saudaraku, Waktu singkat hidup kita di bumi ini sejatinya harus hanya digunakan untuk hal ini, yaitu hidup dalam pengendalian Tuhan. Hendaknya kita menjadikan hal ini sebagai satu-satunya agenda hidup kita. Dengan cara demikian kita sedang mempersiapkan diri menjadi anak-anak Bapa yang layak masuk ke dalam rumah-Nya. Dari saudaramu, Erastus Sabdono QUOTE: Hidup dalam pengendalian Tuhan berarti menyerahkan kebebasan kita kepada-Nya; di mana kita tidak berhak memiliki keinginan dan kesenangan yang tidak sesuai dengan keinginan dan kesenangan Tuhan.

_COMMENTS


Arsip : • 2017201520132012