Menghadirkan Kebenaran Murni

Author : Pdt Dr Erastus Sabdono | Mon, 6 November 2017 - 04:36 | View : 8
Tags : Karly
Kita harus memperkarakan satu hal ini, seandainya Tuhan Yesus hadir di bumi dan mengajar manusia sekarang ini, apa yang akan Dia diajarkan? Pasti yang diajarkan tidak berbeda dari apa yang sudah diajarkan-Nya dua ribu tahun yang lalu. Walaupun dunia kita berubah, Tuhan tidak akan mengikuti perkembangan zaman, atau mencoba untuk menyesuaikannya. Ia tidak akan menyesuaikan ajaran-Nya dengan semangat zaman. Tuhan Yesus pasti dengan berani menantang zaman. Bahkan bisa dipastikan, Dia tidak melakukan kompromi sama sekali. Tuhan pasti mengajarkan apa yang pernah diajarkan-Nya yang ditulis di dalam Injil. Ia tidak akan membawa ajaran yang lain yang berbeda dari apa yang ditulis di dalam Injil. Kebenaran adalah mutlak. Di zaman ini, banyak pembicara di mimbar gereja mengawinkan Injil dengan semangat zaman, sehingga melahirkan Injil yang palsu. Hal ini disebabkan oleh paling tidak dua faktor. Pertama, karena mereka tidak mengerti Injil yang orisinal yang Tuhan ajarkan. Kebodohan itu dikarenakan mereka tidak belajar dengan benar kebenaran Injil. Mereka juga telah terbelenggu oleh doktrin-doktrin dan banyak premis (asumsi dasar) yang salah. Kedua, pada dasarnya mereka masih mencintai dunia. Memang kelihatannya pengajar-pengajar itu rohani, tetapi sesungguhnya mereka tidak bersedia mengikuti jejak Tuhan Yesus. Mereka masih menginginkan kenyamanan hidup di bumi, dan masih mengharapkan dapat memperoleh penghormatan atau penghargaan dari manusia di bumi, serta masih mau menikmati fasilitas materi di bumi ini seperti yang lain. Pada dasarnya, mereka masih ingin memiliki hidup wajar seperti anak-anak dunia pada umumnya. Jadi, kalau seseorang mau menjadi pengikut Yesus yang sejati, ia harus memerhatikan semua yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Untuk ini, kita harus sungguh-sungguh belajar mengerti kebenaran Injil yang murni, dan melakukannya dengan hormat. Harus diingat bahwa ketika Tuhan Yesus mengajar, Tuhan Yesus tidak mengajar umat Israel untuk hidup dengan pola keberagamaan yang telah mereka jalani, yang orientasinya hanya untuk kenyamanan hidup di bumi ini. Tetapi Tuhan mengajarkan kesempurnaan seperti Bapa, dan fokus kepada kehidupan yang akan datang yaitu Kerajaan-Nya di langit baru dan bumi yang baru. Itulah sebabnya Ia berkata: Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. Sebenarnya, isi pengajaran Tuhan Yesus menekankan hal-hal rohani semata-mata. Seandainya hari ini Tuhan Yesus tampil di bumi dan mengajar Injil seperti yang pernah Dia ajarkan (tidak ada penekanan pemenuhan kebutuhan jasmani), maka kemungkinan besar Tuhan Yesus ditolak oleh banyak gereja. Mereka sudah terbiasa dengan Yesus yang lain. Sosok yang diberi nama yang sama dengan Yesus, tetapi dengan ajaran dan gairah yang berbeda. Banyak gereja sudah sangat sulit menerima ajaran yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, karena mereka telah dicemari oleh filosofi, cara berpikir, dan gairah atau semangat zaman ini. Keadaan dunia ini sangat berbeda dengan dunia pada waktu Tuhan Yesus datang dengan tubuh fisik dua ribu tahun yang lalu. Dunia yang sangat jahat ini telah mencemari gereja Tuhan, sehingga banyak gereja Tuhan yang semakin tidak bisa menerima yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Hal ini dipicu oleh fenomena banyak pengajar Kristen mengawinkan semangat zaman dengan teologinya. Hal ini merusak cara berpikir jemaat Kristen, sehingga mereka tidak sanggup mendengar kebenaran yang murni. Tidak heran kalau banyak orang Kristen mengumpulkan guru-guru yang menyenangkan telinga mereka sendiri, bukan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus (2Tim. 4:3). Mari kita renungkan dan pertimbangkan, seandainya Tuhan Yesus hadir dan hidup pada zaman sekarang, kira-kira gereja mana yang akan dikunjungi dan menjadi mimbar-Nya? Tentu tidak semua gereja Ia kunjungi dan dinyatakan sebagai gereja-Nya. Oleh sebab itu, orang percaya harus mencari gereja yang pasti akan dihadiri oleh Tuhan dan berkhotbah di situ. Seandainya Tuhan Yesus hidup pada zaman sekarang, Ia pasti menampilkan kesederhanaan yang memancarkan kesalehan dan kesucian Allah Bapa. Ia tidak akan menghargai dunia ini sama sekali. Hal mana sangat berbeda dengan banyak orang Kristen dan pendeta hari ini. Kita harus menemukan pola hidup yang Tuhan kehendaki untuk kita kenakan, agar kita dapat menghadirkan Dia dalam kehidupan manusia hari ini. Hanya dengan cara ini kita dapat menjadi saksi yang efektif dan menyenangkan hati Tuhan. Banyak orang Kristen hari ini tidak memiliki pengiringan yang benar terhadap Tuhan Yesus. Kalau mereka tidak diberi peringatan dengan keras, maka mereka menjadi orang-orang yang terhilang. Harus ada yang mengingatkan mereka dengan keras agar mereka berbalik dan bertobat kepada Tuhan dan kebenaran-Nya yang murni. Kalau mereka sudah mendapat peringatan dengan keras, tetapi masih tidak peduli, hal itu disebabkan mereka sudah keras hati berhubung kepalsuan telah menyesatkan cara berpikir mereka. Arah hidup mereka memang bukan Tuhan dan Kerajaan-Nya. Pilihan mereka adalah dunia ini, sehingga terikat oleh percintaan dunia secara permanen. Kita harus terus menerus menyuarakan kebenaran yang murni yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Mudah-mudahan, masih ada yang masih bisa diselamatkan. Selain itu kita juga harus memperagakan kebenaran itu atau mengenakan kehidupan Yesus. Dengan demikian kita dapat mewakili-Nya dan menerima estafet tugas pengutusan dari Bapa (Yoh. 20:21).

_COMMENTS


Arsip : • 2017201620152012