Hidup Bagi Tuhan

Author : Pdt Dr Erastus Sabdono | Sat, 18 November 2017 - 14:40 | View : 15
Tags : Karly
Saudaraku, Tuhan Yesus memberikan beberapa pernyataan yang melaluinya kita dapat memperoleh pelajaran rohani bahwa kita tidak dapat menghindar untuk memiliki kehidupan yang dipersembahkan sepenuhnya bagi Dia. Pernyataan yang jelas mengenai hal ini terdapat dalam perintah-Nya bahwa kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan. Kata segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan kekuatan menunjukkan bahwa segenap hidup harus dipersembahkan bagi Tuhan tanpa batas. Ditambah lagi dengan pernyataan Tuhan bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan, maka lengkaplah bahwa orang percaya harus mempersembahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Penyesatan yang terjadi dewasa ini adalah ketika seorang Kristen berpandangan bahwa mereka yang dianggap sebagai pelayan Tuhan sepenuh waktu (fulltimer) adalah mereka yang berkeadaan meninggalkan pekerjaan umum atau pekerjaan sekuler kemudian mengkhususkan diri bekerja di gereja. Kalau pekerjaan itu menyangkut pelayanan mimbar, konseling, pelayanan liturgi atau kesekretariatan gereja, maka sebutan yang otomatis disandangnya adalah hamba Tuhan. Mereka dipandang sebagai melayani Tuhan. Apakah hal ini berarti mereka yang tidak bekerja di lingkungan gereja bukan fulltimer-Nya Tuhan? Saudaraku, Tuhan Yesus berkata bahwa sebagaimana seseorang harus membayar pajak kepada Kaisar, maka mereka juga harus mengembalikan kepada Allah apa yang wajib diberikan kepada Allah! Sebagaimana jika seseorang tidak membayar pajak kepada Kaisar berarti memberontak, demikian pula kalau seseorang tidak menyerahkan diri bagi Tuhan juga adalah seorang pemberontak di hadapan-Nya. Dalam hal ini setiap orang percaya harus menyerahkan diri untuk melayani Tuhan. Dari hal ini jelas sekali bahwa setiap orang percaya -yang telah ditebus oleh darah Yesus sehingga menjadi milik Tuhan- harus menjadi fulltimer-Nya Tuhan. Pengertian yang salah di atas tersebut menghanyutkan banyak orang Kristen dalam kebodohan dan sikap tidak bertanggung jawab. Mereka tidak merasa memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan segenap hidupnya untuk mengabdi kepada Tuhan. Dalam berurusan dengan Tuhan, mereka merasa berhak meminta apa pun yang menurutnya sebagai kebutuhan. Padahal yang benar adalah sebagai anak-anak tebusan-Nya, maka kita harus hidup hanya untuk kepentingan Tuhan. Harus selalu diingat bahwa percaya kepada Yesus bukan berarti kita dapat memanfaatkan atau menggunakan Tuhan untuk kepentingan kita, tetapi hidup untuk kepentingan-Nya. Saudaraku, Mari kita renungkan, mengapa banyak orang tidak berani mengakui bahwa dirinya adalah hamba Tuhan yang statusnya fulltimer bagi Tuhan? Hal ini disebabkan konsep yang salah mengenai pelayanan. Mereka merasa bukan hamba Tuhan, sebab mereka tidak melakukan kegiatan dalam lingkungan gereja. Biasanya pelayanan selalu dikaitkan dengan kegiatan di lingkungan gereja. Sebenarnya setiap orang percaya memiliki panggilan khusus untuk melayani Tuhan. Profesi yang disandang seseorang juga adalah pelayanan bagi Tuhan untuk mendukung rencana penyelamatan dunia. Saudaraku, Banyak orang tidak bersedia mempersembahkan segenap hidup bagi Tuhan, sebab mereka masih hidup hanya untuk kepentingan dirinya, keluarga dan orang-orang yang dianggap sebagai sesamanya. Orang-orang seperti akan merasa tidak aman kalau masuk dalam pelayanan. Biasanya mereka juga tidak bersedia meninggalkan kesenangan dunia termasuk praktik dosa dalam kehidupannya setiap hari. Menunggu hidup suci atau tidak melakukan praktik dosa kemudian baru mau melayani Tuhan, hampir pasti tidak pernah terjadi. Dengan keadaan ini maka mereka tidak bernai menjadi hamba Tuhan, sebab mereka masih menjadi hamba diri sendiri. Menjadi hamba diri sendiri berarti menjadi hamba kuasa kegelapan. Saudaraku, Ketika Surat Gembala ini Saudara baca, Saudara harus bertobat dan mengambil keputusan untuk mempersembahkan hidup sepenuhnya bagi Tuhan. Kalau tidak, maka kesempatan akan hilang sama sekali. Ada juga orang yang menolak mempersembahkan hidup bagi Tuhan, bukan menolak mengabdikan hidupnya bagi Tuhan sama sekali, tetapi hanya menundanya. Ingat penundaan adalah langkah-langkah awal penolakkan. Orang yang belum mempersembahkan hidup sepenuhnya bagi Tuhan, akan gemetar ketakutan di hadapan-Nya dalam pengadilan Tuhan suatu hari. QUOTE: Orang yang belum mempersembahkan hidup sepenuhnya bagi Tuhan, akan gemetar ketakutan di hadapan-Nya dalam pengadilan Tuhan suatu hari.

_COMMENTS


Arsip : • 2017201520132012