IMAN DAN HIKMAT ALLAH ----- 1 KORINTUS 2 : 1 - 5

Author : Herbert Samosir | Tue, 19 June 2012 - 14:36 | View : 1403

Paulus dalam setiap perkataan maupun pemberitaan untuk menyampaikan kesaksian Allah, Paulus tidak dengan kata-kata indah sehingga orang terbujuk ataupun dengan hikmat yang meyakinkan tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. Paulus menyadari  betul  bukan oleh  kesanggupannya sendiri, tetapi kesanggupannya adalah kesanggupan Allah.  Oleh karena Paulus telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa selain Yesus Kristus yang disalibkan yang adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah, sebab Paulus mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Sebab di dalamnya nyata  kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, dan orang benar akan hidup oleh iman (Roma 1 : 16 - 17).

                Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat (1 Korintus 1 : 22) mereka melakukan hal tersebut hanya untuk mendapatkan  suatu jaminan bagi keyakinan imannya.  Namun masalahnya  siapakah yang dapat yang memberikan jaminan kepastian atas apa yang telah mereka upayakan  bagi keselamatannya, sementara bila iman tidak memberi  kepastian untuk apa iman tersebut di pegang dengan susah payah.  Atau adakah jaminan kepastian itu datang dari manusia sendiri  atau  di luar diri manusia?  Jika dikatakan dari diri manusia akan kepastian tersebut  maka jaminan kepastian akan keselamatan  merupakan hasil usaha manusia dengan segala kepandaiannya, sementara dosa merupakan fakta atau kenyataan yang tidak dapat ditanggulangi oleh manusia dengan usaha apapun atau sepandai apapun.  Berbeda sekali  dengan apa yang firman Allah katakan melalui Paulus bahwa manusia diselamatkan oleh karena kasih karunia yang Yesus lakukan diatas kayu salib dan bukan oleh hasil usaha manusia (Efesus  2 : 8). Jadi jelas tidak ada satupun jaminan kepastian  yang dapat di buat oleh manusia bagi dirinya sendiri, hanya melalui Yesuslah kepastian akan menjadi  nyata.  Salomo berkata :”percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri “(Amsal 3 : 5), bukan oleh karena diri kita pintar dan berhikmat tetapi percaya apa yang  telah Yesus lakukan di atas kayu salib, dan tidak akan pernah ada berkat dan anugrah keselamatan selama Yesus tidak tersalibkan sebagai penebusan akan dosa manusia.

Iman merupakan hal batiniah suatu kepercayaan yang sangat pribadi sekali dan  merupakan persekutuan dengan Tuhan yang intim dan mempercayakan diri sepenuhnya kepada-Nya tanpa menyisakan sedikitpun keraguan dan hanya  ketaatan penuh kepada firman-Nya dan berbahagia oleh karena perbuatannya berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Seperti  yang dikatakan oleh Yakobus (Yakobus 1 : 25): “tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya  mendengar untuk melupakannya tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya”. Dan bukan hanya kebahagiaan saja tetapi juga kasih karunia dan damai sejahtera yang kita alami seperti yanga dikatakan oleh Petrus (2 Petrus 1 : 2): ” kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus Kristus, Tuhan kita ”. Pengenalan yang dimaksud disini adalah pengetahuan akan  Allah berdasarkan persekutuan yang intim, dan menghasilkan kebahagiaan kasih karunia dan damai sejahtera sehingga dengan hal inilah keraguaan kita tertepiskan.     

_COMMENTS


Arsip : • 2017201520132012