C A B A I

Author : Pdt. Evert Loupatty | Wed, 15 August 2012 - 13:57 | View : 659
cabai.jpg

Terkait


Diluar dugaan kita, sesungguhnya CABAI sesungguhnya merupakan makanan kaya gizi. cabai Rawit banyak mengandung vitamin C dan betakaroten (provitamin A), mengalahkan buah-buahan populer seperti mangga, nanas, pepaya, semangka. Bahkan  kadar mineralnya, terutama kalsium dan fosfor, mengungguli ikan segar.

Sementara kandungan vitamin C cabai hijau justru jauh lebih besar daripada kandungan vitamin C cabai rawit.

Dibandingkan dengan paprika warna lain, paprika merah kandungan vitamin C - nya dua kali lipat lebih banyak. Kadar betakaroten-nya pun lebih unggul, kadarnya sembilan kali lipat dari paprika hijau. Sebagian besar kandungan betakaroten parika terkonsentrasi pada bagian dekat kulit.

Zat yang membuat cabai tersa pedas adalah kapsaisin, yang tersimpan dalam "urat" putih cabai,  tempat  melekatnya biji. Karena itu, untuk mengurangi pedasnya cabai, biasanya cabai merah dibuang biji berikut uratnya. Nah, senyawa kapsaisin inilah yang membuat cabai bikin ketagihan sekaligus berkhasiat obat.

Kalau kita terbiasa makan pedas, kurang nafsu rasanya jika tidak ada sambal atau cabai. Jangan heran karena kapsaisin cabai memang bersifat  stomakik, yakni meningkatkan nafsu makan. Belum lagi kemampuannya merangsang produksi hormon endorfin, yang mampu membangkitkan sensasi kenikmatan.Memang betul juga nasihat agar kita makan pedas di saat kepala pusing.  Rasa pedas yang ditimbulkan kapsaisin dapat menghalangi aktivitas otak ketika menerima sinyal rasa sakit dari pusat sistem syaraf.

Terhambatnya perjalanan sinyal ini akan mengurangi rasa sakit  yang kita derita.  Pada saat yang sama kapsaisin akan mengencerkan lendir,  sehingga dapat melonggarkan penyumbatan pada tenggorokan dan hidung, termasuk sinusitis.  Kapsaisin bersifat antikoagulan, dengan cara menjaga darah tetap encer, dan mencegah terbentuknya kerak lemak pada pembuluh darah. Kegemaran makan cabai, memperkecil kemungkinan menderita penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis), sehingga mencegah munculnya serangan stroke dan jantung koroner, serta impotensi.

Sadarkah kita, bahwa bahan pokok pembuatan param kocok adalah cabai?  Ya, kapsaisin-nya memang berkhasiat  menghilangkan pegal dan ngilu rematik. Di saat tubuh kedinginan yang sangat, sehingga kaki mengeriput dan terasa membeku, oleskan cabai pada kaki, jari jemari dan sela-selanya. Cara yang sama bisa digunakan untuk mengobati bengkak dan bisul, karena kapsaisin cabai ternyata  juga bersifat anti radang.

_COMMENTS


Arsip : • 2012