Jeruk Dan Tomat

Author : Pdt. Evert Loupatty | Wed, 22 August 2012 - 10:58 | View : 704

Turunkan resiko STROKE!!

Segelas jus jeruk setiap sarapan pagi dan beberapa iris tomat dengan roti setiap makan siang, diperkirakan akan menurunkan resiko stroke. Demikian laporan beberapa peneliti dari Jepang belum lama ini. Dari hasil penelitian selama 20 tahun, mereka mengukur kadar vitamin C dalam darah dari 21 ribu partisipan (penduduk Jepang) berusia 40 tahun-an. Disebutkan bahwa mereka yang makan buah dan sayuran memiliki kadar vitamin C tertinggi di dalam darahnya. Dan resiko terkena stroke-nya 28% sampai 41% lebih rendah dibandingkan mereka yang kadar vitamin C dalam darahnya lebih rendah.

Kadar Vitamin C yang kuat berkaitan erat dengan resiko terjadinya gangguan di otak serta stroke. Demikian Dr. tetsuji Yokoyama dari Tokyo Medical and Dental University, Jepang. Yokoyama dan koleganya juga menjelaskan bahwa vitamin C yang banyak dikandung dari buah dan sayuran, merupakan antioksidan. Nutrisi ini bisa menetralisir radikal bebas,  yaitu senyawa yang bisa merusak sel DNA, dan mengakibatkan penuaan dini, serta berbagai penyakit kronis. Antioksidan diduga bisa mencegah penumpukan lemak  pada pembuluh darah, yang memicu terjadinya sejenis stroke yang disebut cerebal infarction. Nah, kadar vitamin C di dalam darah ini diyakini para peneliti tersebut dapat menurunkan resiko tipe stroke yang terjadi karena kerusakan pembuluh darah di otak.

Karena itu asupan buah dan sayuran yang tinggi diharapkan dapat menurunkan tekanan darah atau dapat menurunkan resiko pemicu  terjadinya stroke.  Demikian hasil penelitian yang juga dipublikasikan dalam Journal of The American Heart Association belum lama ini. Walaupun mereka belum yakin bagaimana mekanisme yang terjadi. Yang pasti, menurut merekabuah dan sayuran sangat tinggikandungan nutrisinya, seperti vitamin C, magnesium, kalsium, serat dan karoten. "Semua nutrisi tersebut diduga bisa menurunkan resiko kanker," ujar Yokoyama. Biar afdol, konsumsi buah dan sayuran tersebut harus diikuti dengan gaya hidup sehat. "Tidak merokok, olehraga teratur, dan tidak minum alkohol. Masalahnya rokok dan alkohol dapat merusak metabolisme dan penyerapan vitamin C dalam tubuh." tambahnya. Yokoyama juga menasihatkan agar vitamin C yang dimakan sebaiknya berasal dari makanan segar bukan dari suplemen.

_COMMENTS


Arsip : • 2012